Monday, May 23, 2011

Resensi Buku

RESENSI
NOVEL LASKAR PELANGI

Judul Buku : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Genre : Roman
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tanggal terbit : 2005
Halaman : xxxiv, 529 halaman
ISBN : ISBN 979-3062-79-7

Sekumpulan siswa sekolah dasar hidup di desa terpencil yang serba kekurangan terutama dalam hal pendidikan. Namun semangat mereka tetap ada untuk belajar. Di sana pun mereka bersekolah dengan sekolah yang sangat sederhana. Disana lah mereka berkembang dalam pendidikan karena salah satunya anak murid tersebut memenangkan sebuah perlombaan dalam acara 17 agustus dengan sekolah yang serba kecukupan.
Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka yang dan temukan diri anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Novel ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories dan khususnya juga buat siapa saja yang masih percaya akan adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia pendidikan. Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapitantangan yang besar.
Kelemahannya yaitu penggunaan nama-nama ilmiah dalam cerita- ceritanya. Hal ini membuat pembaca kurang nyaman dalam membaca. Apalagi glosarium diletakkan di bagian belakang novel. Hal ini menambah ketidakpraktisan memahami istilah-istilah ini. Selain itu, imajinasi pembaca bisa terhambat jika mereka tak memahami istilah-istilah tersebut.
Alurnya yang tidak jelas. Tidak seperti Harry Potter atau Ayat-Ayat Cinta dengan alur yang enak diikuti, cerita-cerita dalam Laskar Pelangi ini alur waktunya dibolak-balik sehingga membingungkan pembaca. Apalagi tidak disebutkan tahun berapakah tiap-tiap peristiwa itu terjadi.
kelebihannya buku ini menceritakan tentang persahabatan dan setia kawanan yang erat dan juga mencakup pentingnya pendidikan yang begitu mendalam. Serta kisahnya yang mengharukan. Buku ini pun sangat mengribur bagi pembaca
Dari novel ini, saya dapat pelajaran hidup yang penting yaitu kita harus menghargai kesempatan yang kita punya sekarang untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Karena masih banyak orang yang sulit untuk mendapat pendidikan. Selain itu semangat dan tekat yang kuat adalah hal yang sangat penting untuk mencapai cita-cita
Mengenai buku ini sebaiknya dalam penggunaan nama-nama ilmiah dikurangi, agar pembaca nyaman dalam membaca dan memahamimaknanya serta menyebutkan tahun di tiap-tiap peristiwa yang terjadi agar
tidak membuat pembaca bingung dengan alurnya.
READ MORE - Resensi Buku

LAMARAN KERJA

Jakarta, 22 Mei 2011
Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha
Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Jakarta Timur

Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 20 Mei 2011. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.
Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir

Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan : Eri Kurniawan
: Jakarat, 8 Juni 1990
: Sarjana Sistem Informasi Universitas Gunadarma- Depok
: Perum Bumi Sentosa Blok A.5 Bekasi
: 021 - 87914990, 0815 965 5695,
: erikurniawan_8690@yahoo.co.id
: Belum Menikah
Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.
Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,



Eri Kurniawan
READ MORE - LAMARAN KERJA

Curriculum Vitae

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Curriculum Vitae






Data Pribadi / Personal Details

Nama / Name : Eri Kurniawan
Alamat / Address : Perum Dramaga Pratama blok K8
Kode Post / Postal Code : 16620
Nomor Telepon / Phone : 0856988900
Email : erikurniawan_8690@gmail.com
Jenis Kelamin / Gender : Laki-laki
Tanggal Kelahiran / Date of Birth : Bogor, 8 Juni 1990
Status Marital / Marital Status : Belum menikah
Warga Negara / Nationality : Indonesia
Agama / Religion : Islam

Preferensi Pekerjaan / Job Preference

Bidang Pekerjaan yang diminati : Komputerisasi
Career Interest
Gaji yang dikehendaki : Rp. 8.000.000
Expected Salary
Ketersediaan waktu : • Senantiasa tersedia
Availability • Setelahtanggal : 21/08/2011
• Selama : 12 bulan




Riwayat Pendidikan dan Pelatihan
Educational and Professional Qualification

Jenjang Pendidikan :
Education Information
Periode Sekolah / Institusi / Universitas Jurusan Jenjang IPK
-



Pendidikan Non Formal / Training – Seminar

1. Kursus Bahasa Inggris
2.
3.
4.



Riwayat Pengalaman Kerja
Summary of Working Experience

1
Tahun :
Instansi / Perusahaan :
Posisi :
Penghasilan Terakhir :
Job Deskripsi :






2
Tahun :
Instansi / Perusahaan :
Posisi :
Penghasilan Terakhir :
Job Deskripsi :





3
Tahun :
Instansi / Perusahaan :
Posisi :
Penghasilan Terakhir :
Job Deskripsi :




4
Tahun :
Instansi / Perusahaan :
Posisi :
Penghasilan Terakhir :
Job Deskripsi :








Kecakapan Berbahasa
Language Proficiency

No Bahasa Kemampuan
Membaca Menulis Berbicara Mendengar
1 Inggris ya ya ya ya
2 Jepang ya





Kesimpulan / Executive Summary
(Penjelasan singkat mengenai kualifikasi, kemampuan dalam pekerjaan, dan data personal lainnya)










Demikian CV ini saya buat dengan sebenarnya.





(......................................)
READ MORE - Curriculum Vitae

Tuesday, March 29, 2011

Pengenalan Hewan dengan Klasifikasi Menurut Cara Perkembangbiakan Menggunakan PHP dan MySQL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini teknologi berkembang dengan sangat pesat sehingga bermunculan ide pemanfaatan aplikasi dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang dahulu hanya bisa dilakukan secara tradisional atau tatap muka di sekolah, sekarang sudah bisa dengan menggunakan bantuan media lain, salah satunya dengan memanfaatkan kedalam aplikasi E-learning.
Cara belajar yang baik bukan hanya dilihat dari lamanya waktu belajar, tetapi berapa banyak materi yang mampu dipahami oleh anak. Mengulang suatu bahasan merupakan suatu hal yang sangat membosankan apalagi untuk anak usia sekolah dasar, hal tersebut menyebabkan ketidaktertarikan anak, yang akan berdampak pada kurangnya pemahaman anak terhadap suatu materi pelajaran tertentu.
Melihat permasalahan diatas penulis ingin mengembangkan suatu metode belajar dengan membuat E-learning tentang “Pengenalan Hewan dengan Klasifikasi Menurut Cara Perkembangbiakan”. Pemilihan materi ini didasarkan pada kebutuhan anak yang sulit membedakan hewan menurut perkembangbiakannya. Sehingga E-learning ini berisi pengenalan dan klasifikasi hewan menurut cara perkembangbiakannya. Pengelompokannya terdiri dari, ovipar, vivipar dan ovovivipar. E-learning pun ini di lengkapi dengan menggunakan audio visual. Sehingga membuat anak cepat menangkap materi dengan mudah dibandingkan hanya dengan belajar audio atau visual saja.

1.2 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis membatasi masalah mengenai pengenalan hewan menurut cara perkembangbiakan. E-learning ini pun di khususkan untuk anak usia sekolah dasar.

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah membuat E-learning tentang pengenalan dan pengelompokan hewan menurut cara perkembangbiakannya. Dengan tujuan untuk membuat anak lebih mudah dan tertarik dalam mempelajari dan memahami perbedaan antara hewan menurut cara perkembangbiakannya.

1.4 Metode Penulisan
Dalam penulisan ini, penulis memperoleh bahan penulisan yang diperlukan melalui metode Studi Pustaka, yaitu dengan membaca buku pemrograman PHP, My SQL, Adobe Flash dan buku IPA (ilmu pengetahuan dasar) dan artikel-artikel mengenai klasifikasi hewan. Software yang digunakan yaitu PHP, My SQL dan Adobe Flash Animation. Adapun hardware yang di gunakan adalah 1 unit komputer dengan printer.
Spesifikasi :
- Processor Intel Core 2 Duo E7400 2.80Ghz
- RAM DDR2 2Gb PC 6400
- HDD Sata 350GB
- LCD Samsung 19”
- Printer Canon IP2770

1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan yang penulis pakai adalah sebagai berikut :
- (Bab I Pendahuluan). Bab ini merupakan pengantar untuk menjelaskan latar belakang masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan dan sistematika penulisan yang digunakan penulis.
- (Bab II Landasan Teori). Bab ini berisi penjelasan dan teori-teori mengenai pengelompokan hewan, pembahasan sekilas mengenai software yang digunakan.
- (Bab III Analisa dan Pembuatan). Berisi tahapan pembuatan E-learning dan cara penggunaan beserta print screen.
- (Bab IV Penutup). Bab ini berisi tentang kesimpulan dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan saran-saran yang diberikan penulis.
Selain keempat bab tersebut diatas, terdapat juga lampiran yang berisi listing program.
READ MORE - Pengenalan Hewan dengan Klasifikasi Menurut Cara Perkembangbiakan Menggunakan PHP dan MySQL

Sunday, February 27, 2011

Pengalaman Pertama Manganalisa Program

Mungkin bagi kebanyakan orang membuat program itu susah. Untuk pertama kali saya berhadapan dengan bahasa pemrograman (PASCAL, QBASIC, VBASIC) adalah ketika saya masuk kuliah di Fakultas Ilmu Komputer jurusan Sistem Informasi, Universitas Gunadarma. Untuk pertama kali saya membuat program kesannya sulit, ribet, dan berpikir dalam hati "apa nih kode-kode ga jelas", kerena jujur awalnya saya belum pernah mengenal dunia komputer apalagi program-program.
Ketika itu saya disuruh membuat output berupa deretan angka genap, bisa ditebak hasilnya bukan deretan angka genap yg keluar tapi error.
Setelah tanya teman kanan kiri, tanya kakak asisten lab akhirnya bisa, untuk pertama kalinya saya bisa membuat program sederhana (yaa walaupun menurut saya sulit, mungkin para ahli bisa mengerjakannya sambil tutup mata), tapi ada perasaan bangga dalam diri saya karena saya bisa membuat program.
READ MORE - Pengalaman Pertama Manganalisa Program

Wednesday, December 22, 2010

Peran Bahasa dalam Fenomena Multimedia

(1) Sejarah dalam dunia pendidikan mencatat bahwa bahasa dan multimedia berpengaruh banyak dalam pembelajaran ilmiah, karena bahasa merupakan salah satu alat komunikasi untuk mendapat informasi dan multimedia menawarkan banyak kemungkinan cara untuk mendapatkan informasi. (2) Pada masa kini multimedia merupakan suatu saluran komunikasi, yang merujuk pada segala sesuatu yang membawa informasi dari sumber ke penerima informasi, contohnya teks, gambar, video, televisi, dan buku. Dengan demikian, tujuan dari keberadaan multimedia adalah memfasilitasi komunikasi antara sumber dan penerima informasi. (3) Namun perkembangan multimedia juga mempunyai dampak terhadap bahasa, terbukti dengan banyak orang menggunakan bahasa Indonesia yang telah terkena pengaruh-pengaruh dari berbagai bahasa (bahasa daerah, bahasa asing, maupun bahasa singkatan) pada kehidupan sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahasa seperti itulah yang lebih menjamur di kalangan masyarakat luas karena singkat dan mudah diucapkan namun memiliki arti atau makna yang sama dengan bahasa Indonesia yang baku dan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). (4) Oleh karena itu diperlukannya sebuah aplikasi bahasa sebagai media untuk pengecekan bahasa yang baku sesuai EYD dalam penulisan atau pembelajaran. Adapun upaya peningkatan yaitu diberikan porsi lebih untuk pendidikan bahasa pada setiap jenjang pendidikan.
READ MORE - Peran Bahasa dalam Fenomena Multimedia

Friday, November 5, 2010

Pengertian Daftar Pustaka, Kutipan, dan Catatan Kaki

1. Daftar Pustaka

1.1 Pengertian
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.

1.2 Fungsi
Untuk mendeskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan, karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.
Selain itu berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Pada daftar pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

1.3 Unsur-unsur
- Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
- Judul buku, termasuk judul tambahan.
- Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
- Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.

1.4 Bentuk
Daftar isi disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada. Jarak antara baris dengan baris adalab spasi rapat.
Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal. dimulai dan pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua, ketiga, dan seterusnya dan tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinea baru).


2. Kutipan


2.1 Pengertian
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard.

2.2 Cara Menulis Kutipan
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

2.3 Jenis Kutipan
- Kutipan Langsung.
- Kutipan Tidak Langsung.
- Kutipan pada catatan kaki.
- Kutipan atas ucapan lisan.
- Kutipan dalam kutipan.
- Kutipan langsung dalam materi.


3. Catatan Kaki


3.1 Pengertian
Catatan kaki adalah keterangan dari sumber kutipan yang ditempatkan langsung dibelakang kutipan. Bila keterangan semacam itu ditempatkan pada akhir bab atau akhir karangan, maka catatan atau keterangan semacam itu disebut keterangan saja.
Semua kutipan harus ditunjukan sumbernya dalam sebuah catatan kaki. Catatan kaki dapat juga untuk member keterangan lain tentang teks.

3.2 Tujuan
a. Menyusun pembuktian.
Semua dalil atau penyataan yang penting, yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian.
b. Menyatakan hutang budi.
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimaksudkan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya itu, dengan menyebut nama pengrang yang dikutip pendapatnya itu.
c. Menyatakan keterangan tambahan.
Catatan kaki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahab untuk uraian, bias berupa inti atau sari, uraian teknis, materi penjelasan.
d. Merujuk bagian lain teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu, misalnya penulis member catatan agar pembaca melihat atau memeriksa uraian pada halaman sebelumnya.

3.3 Jenis-jenis
a. Penunjuk sumber (referensi).
b. Catatan penjelas, adalah catatan kakai yang dibuat dengan tujuan untuk membatasi suatu pengertian, atau menerangkan dan memebri komentar terhadap suatu pernyataan.
c. Gabungan penunjukan sumber dan catatan penjelas, jenis ini berupa gabungan antara penunjukan sumber dan catatan penjelas.

3.4 Unsur-unsur
a. Pengarang.
b. Data Publikasi.
c. Jilid dan nomor halaman.

READ MORE - Pengertian Daftar Pustaka, Kutipan, dan Catatan Kaki

Sunday, October 31, 2010

Kalimat Komposisi

Kalimat adalah Susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang baru ada kalau terjadi proses gramatikal, seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi.
Komposisi atau Pemajemukan adalah proses morfologis yang berupa perangkaian dua buah bentuk dasar atau lebih yang menghasilkan satu kata.
Jadi kalimat komposisi / kalimat pemajemukan adalah kata-kata yang terbentuk dari serangkaian bentuk dasar proses morfologis.

Hasil proses pemajemukan disebut kata majemuk, mendefinisikan kata majemuk yakni kata yang terdiri dari dua kata atau lebih sebagai unsurnya. Sedangkan mendefinisikannya, gabungan dua buah morfem dasar atau lebih yang mengandung (memberikan) suatu pengertian baru. Kata majemuk tidaklah menonjolkan arti tiap kata, tetapi gabungan kata tersebut bersama-sama membentuk suatu makna.

Dan definisi yang dikemukakan ada perbedaan pengertian kata majemuk menurut Ramlan dengan Badudu, Jika Ramlan mendefinisikan kata majemuk, “kata yang terdiri dan dua kata atau lebih”, maka kata-kata seperti beras-petas, lalu-lalang, simpang-siur yang oleh Ramlan dimasukkan ke dalam kata majemuk, hal itu tidak dapat dipertahankan lagi. Benarkah petas, lalang, dan siur termasuk kata? Jelas tidak benar. Supaya kata-kata seperti itu dapat digolongkan ke dalam kata majemuk, maka definisi kata majemuk ialah “ kata yang dihasilkan dengan cara menggabungkan dua buah bentuk dasar atau lebih yang berbeda”. Sedangkan proses pemajemukan atau komposisi dapat didefinisikan, proses penggabungan dua buah bentuk dasar atau lebih yang berbeda untuk menghasilkan sebuah kata baru.

Contoh:
Tangan + Panjang >> Tangan Panjang
Mata + Angin >> Mata Angin


READ MORE - Kalimat Komposisi

Wednesday, May 26, 2010

Teori Motivasi

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.
Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :
•Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;
•Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
•Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.
Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.

2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

3. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.
Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik

4. Equity Theory (Teori Keadilan)
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
•Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
•Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :
•Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;
•Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;
•Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;
•Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai
Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.

5. Expectancy Theory (Teori Harapan )
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.



READ MORE - Teori Motivasi
 

The Eri Kurniawan's Blog - Copyright © 2009